Showing posts with label boxoffice. Show all posts
Showing posts with label boxoffice. Show all posts

Wednesday, January 6, 2016

STAR WARS: THE FORCE AWAKENS (2015)

Pertengahan Desember lalu pecinta film Indonesia dan penggemar Star Wars pada khususnya dimanjakan dengan kemunculan film ketujuh dari serial Star Wars. Film yang disutradarai oleh J. J. Abrams ini sukses menyedot perhatian penonton. Dan dalam film berjudul Star Wars: The Force Awakens ini, Abrams menggaet 2 aktor Indonesia jebolan The Raid untuk turut serta mengadu akting bersama aktor Hollywood lainnya.

Sebagai penonton yang bukan penggemar serial Star Wars, saya merasa cukup terhibur dengan karya yang disajikan oleh Abrams. Film berdurasi 135 menit ini ini banyak menyajikan lawakan-lawakan renyah yang pas di beberapa scenes. Lawakan ini merupakan bonus yang diberikan sang sutradara untuk membuat mata penonton tetap menatap layar.


Dari sisi cerita, film ini sangat mudah dipahami. Sebuah prolog tentang cerita terdahulu di awal film membantu penonton yang tidak mengikuti seri-seri terdahulunya untuk dapat memahami jalan ceritanya. Satu menit kemudian, penonton tidak perlu lagi memikirkan seperti apa jalan film sebelumnya karena film ini berdiri sendiri. Penonton tidak akan dibuat bingung oleh adegan-adegan yang disajikan oleh Abrams. Hal ini sangat berbeda jika Anda menyaksikan film keluaran Marvel di mana antara satu film saling berkaitan dengan film lain. Keterkaitan ini seperti kepingan-kepingan puzzle yang harus dirangkai oleh penonton untuk memahami cerita secara utuh.

Dari sisi sinematografi, film ini memiliki banyak sekali scenes yang bagus. Terlihat jelas bahwa sutradara menggarap film ini dengan sangat serius. Sayangnya, Anda tidak akan mendapatkan banyak pop-up scene jika ditonton dalam versi 3D. Tetapi hal itu tidak memengaruhi kualitas film.


Berbicara mengenai kemunculan 2 aktor besar Indonesia, hal ini justru membuat saya miris. Adegan yang didapatkan oleh Iko Uwais dan Yayan Ruhian sangat sedikit. Bahkan jika scene tersebut dihilangkan, hal itu tidak akan berpengaruh besar pada jalannya cerita.

Berlanjut ke akhir cerita, menurut saya film ini ditutup dengan adegan yang anti klimaks dan terkesan menggantung. Setelah sutradara menyajikan pertempuran di luar angkasa yang sangat epic, akhir seperti itu seolah mengurangi kesan yang sudah di dapat penonton dari scene sebelumnya.


Secara keseluruhan, film ini menghibur dan layak untuk ditonton. Skor untuk film ini sebesar 8/ 10.

Saturday, November 28, 2015

THE HUNGER GAMES: MOCKINGJAY PART 2 (2015)

Petualangan Katniss Everdeen sebagai seorang Mockingjay akhirnya menemui titik akhir di film THG: Mockingjay Part 2 yang tayang perdana pada 20 November lalu. Film terakhir dari seri The Hunger Games ini lebih baik dibanding dengan bagian pertamanya. Di dalam film ini, adegan-adegan khas THG di seri terdahulunya cukup banyak bermunculan. Hal ini tentu menjadi alasan mengapa film terakhir ini layak ditonton oleh pecinta novelnya.

Film berdurasi 137 menit ini memiliki tempo agak lambat. Salah satu penyebabnya karena film ini dibuat menjadi dua bagian untuk kepentingan bisnis, meraup untung lebih besar. Sehingga terdapat beberapa scene yang dipaksakan dalam film ini.


Dalam film ini, Katniss bersama-sama pasukan gabungan dari setiap distrik bergerak untuk menyerang Capitol. Katniss begitu bersemangat untuk menghabisi nyawa Snow, sang Presiden. Sayangnya ia harus kehilangan sahabatnya satu persatu karena banyak terdapat ranjau di setiap jalan yang dilaluinya.

Untuk akting Jennifer Lawrence sudah tidak perlu diragukan lagi. Karakter Mockingjay yang memiliki pengaruh besar berhasil dihidupkan dengan baik olehnya. Karakter lain yang cukup mencuri perhatian di film ini adalah Peeta Mellark (Josh Hutcherson). Peeta yang dicuci otaknya membuat penonton gemas. Di sinilah sutradara menghidupkan unsur drama dalam film ini.


Dan seperti yang saya sebutkan sebelumnya, dalam film ini sudah banyak aksi-aksi yang memompa adrenalin penonton meski belum bisa disetarakan dengan seri Catching Fire. Tensinya masih lompat-lompat dalam film ini yang terkadang membuat penonton kehilangan momentum.

Memasuki bagian akhir, film ini seolah berubah menjadi film drama seutuhnya. Berbagai kejadian mencekam yang dialami Katniss selama mengikuti games mematikan seolah sirna dalam 5 menit. Meski demikian, ending film ini tidaklah melenceng dari rangkaian kisah yang sudah ada di dalam film-film sebelumnya.


Overall, film ini layak ditonton karena cukup menghibur. Dan untuk skor akhir film ini adalah 7,8/10.

Tuesday, October 13, 2015

THE MARTIAN (2015)

Tak bosan-bosannya industri perfilman Hollywood memproduksi film-film bertema jelajah luar angkasa. Kali ini Matt Damon didaulat menjadi tokoh utama dalam film The Martian. Film adaptasi novel ini digarap oleh sutradara kawakan, Sir Ridley Scott. Dengan durasi yang sangat panjang yaitu 141 menit, Scott mencoba untuk meraih simpati penontonnya lewat penderitaan yang dialami oleh Mark Watney (Matt Damon) yang tinggal seorang diri di planet Mars.

Dari sisi cerita, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari film ini. Tetapi yang menjadi nilai plus adalah bagaimana sutradara mengolah cerita yang mampu menguras emosi penonton. Mark Watney yang awalnya bersemangat, lambat laun mulai merindukan kehidupan sosialnya. Kesepian yang menyebabkan Mark frustasi disajikan dengan sangat baik oleh Matt Damon.


Sedangkan untuk pemandangan luar angkasa, tidak terlalu banyak disajikan dalam film ini. Sebagian besar scene dihabiskan untuk memvisualisasikan keadaan planet Mars yang gersang dan cenderung mirip gurun pasir. Selain itu juga kantor pusat NASA yang sedang mengusahakan misi penyelamatan terhadap Mark.


Saat peluncuran roketpun kurang digarap dengan baik karena hanya menampilkan layar yang sedang menyiarkan proses peluncuran roket. Tidak ada gambar yang diambil dari jarak dekat untuk memanjakan mata penonton.

Catatan minus lain di film ini yaitu saat menampilkan tubuh Mark yang menjadi sangat kurus karena pasokan makanan yang menipis. Dari beberapa angle yang disajikan, terlihat bahwa itu bukanlah tubuh Matt Damon karena tidak ditampilkan secara utuh.

Tetapi secara keseluruhan film ini cukup menghibur dan layak mendapatkan skor 7.9/10.

Friday, September 11, 2015

MAZE RUNNER: THE SCORCH TRIALS (2015)

Sekuel film The Maze Runner tayang di Indonesia sepekan lebih awal dari jadwal rilis internasional. Ya, Jumat, 11 September 2015 jadi hari yang ditunggu-tunggu oleh penggemar novel dan juga film adaptasinya. Sekuelnya sendiri menggunakan judul yang sama dengan novelnya, Maze Runner: The Scorch Trials.

Dalam film keduanya ini, Thomas (Dylan O'Brien) bersama beberapa orang Gladers yang berhasil selamat dari labirin dievakuasi ke tempat bernama The Scorch. Alih-alih mendapatkan kehidupan yang nyaman, kehidupan mereka justru semakin terancam di sana. Thomas dan yang lainnya berhasil melarikan diri dari kejaran WCKD.


Film berdurasi 131 menit ini terasa begitu singkat. Semakin banyak teka-teki yang belum terungkap membuat penonton semakin penasaran bagaimana film ketiganya nanti. Untuk scene pembukanya sendiri membuka sedikit identitas Thomas yang tidak dijelaskan di film pertamanya. Tetapi itu tidaklah menjawab semua teka-teki dalam film.

Dari sisi cerita, film keduanya ini lebih kompleks. Di film pertama, kehidupan para Gladers hanya berkutat pada bagaimana meloloskan diri dari labirin. Sedangkan dalam film kedua ini lebih banyak hal baru yang disugukan seperti kehidupan manusia yang terancam karena serangan virus 'zombie'. Belum lagi pengkhianatan dari orang terdekat Thomas di film ini semakin membuat penonton gemas.

Kehadiran beberapa karakter baru dalam film kedua ini juga menjadi angin segar. Karakter-karakter baru yang dimunculkan punya peran besar dalam membantu Thomas mengungkap misteri yang disembunyikan WCKD. Sebut saja Aris dan Brenda, dua karakter baru di The Scorch Trials ini cukup mencuri perhatian penonton.


Catatan minus di film ini yaitu kematian seorang dokter yang menurut saya merupakan juru kunci. Kalau karakter ini hidup, perjuangan Thomas akan lebih jelas dan terarah. Semoga saja film ketiganya nanti bisa menjawab semua misteri yang ada dalam trilogi Maze Runner.


Secara keseluruhan, film ini layak ditonton dan cukup menghibur. Skor untuk film ini 7.8/ 10.

Thursday, June 11, 2015

Jurassic World (2015)

Jurassic World merupakan film ke-4 dari serial Jurassic Park karya Steven Spielberg. Meskipun begitu, kisah yang diangkat terbilang baru. Tema yang diangkat dalam film ini justru dititikberatkan pada kehidupan pribadi tokoh utama dengan setting tempat Taman Jurassic yang dikelolanya.

Tokoh utama tersebut adalah Claire (Bryce Dallas Howard) yang merupakan manajer operasional Taman Jurassic. Claire digambarkan sebagai wanita yang gila kerja. Ia tidak sempat memikirkan kehidupan pribadinya. Bahkan saat 2 keponakannya, Zach (Nick Robinson) dan Gray (Ty Simpkins), mengunjunginya di Taman Jurassic, Claire tidak sempat menemani mereka berkeliling.

Claire sempat menjalin hubungan dengan Owen (Chris Pratt), seorang pawang Raptor, namun hubungan merekapun tidak berjalan mulus. Karakter Claire yang idealis tidak bisa menerima Owen yang santai.


Drama tersebut kemudian 'dibumbui' oleh sutradara, Colin Trevorrow, dengan menghadirkan satu dinosaurus hybrid yang mengacaukan sistem keamanan Taman Jurassic. Lantas bagaimana dampaknya terhadap kehidupan Claire?

Film berdurasi 124 menit ini boleh dibilang bergenre perpaduan antara romans dan fiksi ilmiah. Romans didapat dari kisah percintaan Claire dan Owen, sedangkan fiksi ilmiah tentu saja dari rekayasa genetika dinosaurus yang dikembangkan di laboratorium Taman Jurassic.

Untuk visualisasi dinosaurus sendiri cukup baik kecuali untuk dinosaurus air yang disajikan dalam film sebagai makhluk mirip buaya. Efek pergerakan yang disajikan kurang luwes.


Dalam cerita sendiri banyak terselip pesan moral seperti perlakukanlah binatang dengan baik karena binatang tersebut juga memiliki perasaan dan kecintaan terhadap pekerjaan itu tidak boleh membuat seseorang melupakan sisi humannya seperti berkeluarga serta meluangkan waktu bersama orang terkasih.

Secara keseluruhan, skor untuk film ini tidaklah mengecewakan, 8/10.

Saturday, March 28, 2015

AMERICAN SNIPER (2015)

Film yang diangkat dari kisah seorang prajurit AS jebolan Irak ini mendapat sambutan positif dari penonton, khususnya dari negara asal film ini.

Film ini dimulai dengan adegan pembuka di mana seorang prajurit AS, Chris Kyle (Bradley Cooper), tengah mengintai dari atap rumah warga sipil untuk mengamankan perjalanan tentara AS dari serangan gerilyawan Irak. Namun adegan berikutnya mundur ke masa kecil Chris Kyle. Dalam scene ini ditampilkan bagaimana Kyle diajarkan menembak dan berburu rusa oleh ayahnya.

Saat dewasa, Kyle tertarik untuk masuk dalam U.S. Navy SEAL. Berbagai ujian fisik dijalaninya selama masa-masa awal keikutsertaannya. Hingga akhirnya kemampuannya menembak menghantarkannya menjadi tim penembak jitu.

Suatu hari, Kyle bertemu dengan Taya (Sienna Miller) di sebuah bar. Hubungan mereka semakin erat dan akhirnya memutuskan untuk menikah. Saat perayaan pesta pernikahan itu Kyle mengetahui bahwa dirinya ditugaskan ke Irak.



Perang Menyisakan Trauma

Saat bertugas di Irak, korban pertama yang harus ditembak adalah seorang ibu dan anak yang berusaha mengebom tentara AS yang sedang berpatroli dengan granat. Ia kemudian menjadi legenda karena kemampuannya menghabisi setiap musuh yang hendak menyerang iring-iringan tentara.

Sayangnya, hati kecilnya menolak untuk membunuh anak-anak yang bersenjata. Beban itu kemudian dibawanya hingga ke kehidupan rumah tangganya. Kyle berubah menjadi pendiam dan mudah terbawa suasana. Hingga akhirnya ia berkonsultasi pada seorang psikolog untuk menghilangkan traumanya.

Film ini memberi gambaran bahwa perang hanya menghadirkan trauma baik terhadap petugas maupun masyarakat sipil. Film ini juga meningkatkan sentimen negatif masyarakat AS terhadap komunitas muslim di negara tersebut.